Beberapa hari lalu saya melihat sebuah video di situs berbagi video Youtube. Ada beragam sosok yang muncul dalam video berdurasi 2:59 menit itu, mulai dari dia yang bermata lebar, berkulit hitam, berambut kriting, berkulit putih, hingga yang bermata sipit. Semua berbicara, dan semua yang mereka ungkapkan adalah mengenai satu hal, bahwa kita bukan mayoritas dan kita bukan minoritas, tapi kita adalah Indonesia.
Sederhana, simple, dan membuat saya tersenyum hingga hampir berair mata. Dalam hati saya hanya bergumam “Andai bisa seperti itu, andai semua orang berpikiran sama seperti itu, tentu akan sangat nyaman dan damai dunia ini.”
Source: Nabil Foundation
Saya terlahir di Indonesia, tepatnya di Cilacap, di selatan Provinsi Jawa Tengah yang sangat dekat dengan pantai, dan saya adalah orang Indonesia. Semua terasa baik-baik saja dalam hidup saya, tak ada yang membuat saya beralasan untuk tidak mencintai Indonesia apalagi pergi dari Indonesia.
Saya terlahir di keluarga yang heterogen dalam hal agama, dan etnis, kakek buyut saya beretnis Tionghoa dan penganut Konghucu. Kakek saya awalnya penganut Buddha, hingga akhirnya seiring berjalannya waktu hingga kematiannya ia yakin bahwa Kristen adalah agama yang diimaninya. Sedangkan ayah saya yang jelas beretnis Tionghoa, adalah seorang Kristen sebelum akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam saat menikah dengan ibu saya. Dalam hal etnis, ibu saya beretnis Tionghoa yang dibesarkan dengan budaya Sunda. Ia menganut Islam sejak lahir. Entah bagaimana menceritakan kompleksitas keluarga saya.
Semuanya biasa saja dan tak aneh, setidaknya itu saya rasakan hingga usia saya mencapai 9 tahun. Namun, saat saya sudah duduk di bangku sekolah dasar, mulai ada keinginan dan angan-angan saya untuk tinggal di negara lain selain Indonesia, karena sepertinya lebih "menyenangkan". Bukan tanpa alasan saya memikirkan hal ini.
Ketika duduk di bangku sekolah dasar negeri  yang notabene mayoritas siswanya adalah masyarakat setempat, beretnis Jawa, dan beragama Islam. Maklum sekolah swasta yang biasa menjadi rujukan sekolah anak-anak beretnis Tionghoa jaraknya cukup jauh dari rumah saya saat itu.
Saat itu sekitar tahun 1997-1999, saya yang beragama Kristen ini selalu dirundung di sekolah. Teman-teman saya selalu bilang bahwa “Orang Kristen itu matinya disalib! ". Wah, anak kecil mana yang tak ngeri mendengarnya. Selain Kristen, kebetulan orang tua saya beretnis Tionghoa. Jadi lengkaplah bahan ejekan teman-teman sekolah saya pada saat itu.
"Cina Lole!"  , begitu lontaran “cibiran” mereka pada saya. Entah apa maksudnya. Sebenarnya saya tak begitu ambil pusing karena awalnya saya tidak paham.
Kian hari saya semakin merasa berbeda. Saya pun berkeluh kesah pada keluarga saya. Saya bertanya pada ayah saya, “Apa salah jika saya beragama Kristen?.”  Ayah saya yang pada saat itu adalah seorang mualaf menjawab, “Tidak ada yang salah, asalkan kamu menjalaninya dengan baik dan benar.”
Kalimat ayah membuat saya menjadi lebih tenang. Ayah tak memaksa saya mengikuti kepercayaan yang dia anut, meski wajarnya anak-anak akan mengikuti kepercayaan orang tuanya. Tapi bukannya tak wajar, karena keluarga saya sangat menghargai pilihan pribadi; mereka memberikan kebebasan secara bertanggungjawab untuk memilih agama. Kami memahami keberagaman karena saat itu kami tinggal bersama di rumah keluarga besar yang heterogen.
Beranjak dewasa, saya menyadari bahwa saya adalah anak yang terlahir dari keluarga Tionghoa, sedangkan lingkungan tetangga tempat saya tinggal mayoritas beretnis Jawa. Saking seringnya diejek, saya pernah berkhayal menjadi orang Indonesia yang terlahir dari etnis Jawa. Sebagai anak kecil, pada saat itu saya sempat menghujat “Mengapa saya terlahir dengan garis keturunan yang berbeda dengan teman-teman saya?”
Saya tumbuh menjadi pribadi yang “kurang bersyukur” dengan agama dan tampilan fisik saya yang memang berbeda  dari tetangga dan teman-teman sekolah. Saya tidak tahu, apakah hanya saya yang berada di lingkungan tempat tinggal tertentu itu yang mengalami cemoohan,  atau memang semua anak yang terlahir dengan mata sipit menjadi objek cemoohan.  Lagi-lagi saya menyesali diri, mengapa saya tidak terlahir dari keluarga Jawa tulen  (demikian teman-teman saya menyebut diri mereka).  
Teman-teman saya memanggil orang tua mereka dengan istilah “mamak”, “biyung”, “rama”, dll. Mereka memanggil orang tua, nenek, dan kakek mereka dengan istilah-istilah yang berbeda dengan saya. Saya memanggil orang tua saya dengan “mamah” dan “papah”. Kembali saya kembali merasa berbeda, “Mengapa saya tak memanggil orang tua saya sama dengan teman-teman saya?”. Sampai akhirnya saya bilang pada Mamah, bahwa saya ingin memanggilnya dengan sebutan “mamak”, agar saya bisa menjadi bagian dari “mayoritas” dan sama dengan teman-teman saya lainnya. Tapi sayang, upaya saya tak berhasil. Nyatanya mengubah kebiasaan sejak lahir tak semudah membalikkan telapak tangan.
Tak hanya itu, saya pun saat itu sempat memutuskan untuk pergi ke masjid, ikut mengaji, tujuannya tak lain agar saya tak lagi dirundung karena agama yang berbeda. Sederhana sekali pemikiran seorang anak kecil, tak ada idealisme untuk mempertahankan kepercayaannya. Hanya ada keinginan untuk bebas dari ejekan dan ingin menjadi sama seperti yang lain. Tetapi saya kembali menelan pil kekecewaan, karena alih-alih disambut gembira dengan tangan terbuka, teman-teman di masjid justru mendapatkan bahan ejekan baru, “Cina kok Islam sih ! ” .
Rasa-rasanya saya ingin menenggelamkan diri di dasar sungai es;  membiarkan diri saya beku, dan awet agar saya terbebas dari sasaran tembak. Sebagai “minoritas” saya sudah berusaha semaksimal mungkin mengikuti arus, agar saya bisa diterima menjadi bagian dari mereka yang merasa “mayoritas”.
Saya kesal!  Apa-apan mereka ini?  Saya jadi Kristen, dirundung, ketika berusaha menjadi Islam pun masih dirundung. Akhirnya saya memutuskan kembali ke gereja. Orang-orang di gereja menyebut saya “domba yang hilang”.
Untuk mencegah “masalah” yang saya alami di Sekolah Dasar terulang kembali, pada tingkat Sekolah Menengah Pertama, orang tua saya memutuskan mengirim saya ke sekolah swasta yang mayoritas siswanya adalah anak-anak Tionghoa, dengan agama mayoritas Katolik dan Kristen, ada juga beberapa siswa yang beragama Islam. Yang jelas, sekolah tersebut menghargai keberagaman.
Saya pikir itu adalah salah satu solusi yang orang tua berikan untuk saya, agar saya terhindar dari rundungan teman-teman di sekolah. Saya bersyukur karena orang tua tidak memaksa saya beragama sama dengan mereka. Mereka berusaha menguatkan saya dengan cara yang tepat.
Seiring berjalannya waktu, saya semakin memiliki pemikiran yang luas mengenai perbedaan. Perlahan saya menyadari bahwa perbedaan itu menyenangkan. Usia yang semakin dewasa membuat saya lebih luwes menerima perbedaan.
Saya kini memahami bahwa ternyata pada masa kanak-kanak saya, etnis Tionghoa masih saja dianggap minoritas. Bisa jadi, itu efek pasca tragedi 1998. Saya sendiri tidak benar-benar yakin.  
Di semester 3 perkuliahan, di usia yang sudah cukup dewasa, saya memilih memeluk agama Islam, bukan karena ingin menjadi sama dengan teman lain atau karena takut dirundung, namun karena memang pilihan hati yang terdalam. Awalnya saya tidak memberitahu ayah saya, karena saya takut ia berpikir macam-macam. Ketika akhirnya saya memutuskan memberitahu ayah dan ibu saya, mereka cukup bahagia, terlebih setelah mengetahui motivasi saya memeluk Islam kini lebih jelas, tidak seperti masa kanak-kanak dahulu.
Saat ini, saya dan keluarga inti menganut agama yang sama. Orang yang tidak terlalu mengenal saya mungkin akan menduga bahwa saya begitu saja mengikuti agama yang dianut orang tua saya. Karenanya, saya cukup tergelitik dengan wacana “agama warisan” yang diangkat Afi Nihaya di media sosial beberapa waktu lalu.
Menurut saya, jika sejak kecil hingga kini seseorang menganut agama yang sama dengan orang tuanya, saya meyakini bahwa agama itu adalah pilihannya, karena orang yang bersangkutan sudah mengalami pergolakan batin dan dirinya meyakini bahwa apa yang dia anut dan dia pilih adalah yang terbaik. Jika agama disebut warisan, mungkin saya akan menganut agama Khonghucu seperti buyut-buyut dan leluhur saya terdahulu.
Indonesia negara yang kaya dan memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi akhir-akhir ini Indonesia diwacanakan menjadi negara yang memiliki satu agama saja. Ingat, mengapa semboyan negara kita adalah Bhinneka Tunggal Ika; karena jelas bahwa leluhur dan para pendiri negara ini sadar bahwa Indonesia didirikan atas dasar keanekaragaman yang disatukan dalam satu komitmen, Indonesia.
Saya sedih membayangkan bahwa hari ini, nanti, atau esok masih akan ada anak-anak lain yang dirundung di sekolah karena memiliki agama yang berbeda, atau karena berasal dari ras atau suku yang berbeda. Mereka dikatai “minoritas”!
Mari, ciptakan suasana nyaman di negeri ini, karena kita adalah mayoritas. Jangan menyakiti hati sesama kita dengan menganggap mereka sebagai “minoritas”.
Jangan memaksakan semua orang sama, karena kita tidak seragam. Hargailah setiap perbedaan, karena kita adalah manusia yang penuh dengan akal budi dan tahu bagaimana menyebarkan cinta kasih pada sesama.
Saya Indonesia, dan belum lama menjadi seorang muslim, ilmu saya masih sangat cetek. Tapi saya tahu, Allah itu penuh kasih dan penuh ampunan. Lalu apa hak manusia saling menghakimi satu sama lain?
Terlepas dari hujatan yang pernah bergolak dalam hati saya di masa kecil dan masa lalu, kini saya sadar bahwa ada banyak pelajaran baik yang bisa saya ambil. Tidak semua orang bisa mengalami "dilematika" yang saya alami. Saya senang bisa memilih kepercayaan yang saya anut dengan penuh perjuangan, meski untuk kesukuan adalah hal yang sudah melekat.
Bagi saya perbedaan itu adalah hal yang menyenangkan. Karena akan sangat membosankan jika semua hal di dunia ini tercipta sama, cukup baju sekolah saja yang seragam, selebihnya kita boleh berbeda dan beragam.
  














Lahir, Tumbuh, Dan Berkembang di Tengah Perbedaan Itu Menantang

admin
,

Beginilah Kenyataan Pluralisme Di Lasem - Banyak konflik terpicu karena perbedaan, banyak kesenjangan timbul hanya karena kita tak bisa membedakan perasaan dan logika, tak mampu terbuka dengan suatu hal yang baru dan keberagaman. Dan peningkatan akan kesadaran keberagaman ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Indonesia secara khusus.
Di Lasem Pluralism Trail ini saya dapat melihat bagaimana pluralism memang terwujud sudah sejak lama. Terlebih Lasem adalah tempat yang tak porak poranda sewaktu kerusuhan 1998 terjadi. Mungkin ada rasa iri dalam hati saya, “Kenapa saya tak terlahir di kota ini?”. Namun apa boleh buat, selalu ada rencana menarik dari setiap kehendak Sang Pencipta untuk umatnya. Setidaknya kehidupan multikultural di Lasem dapat menjadi satu percontohan bagi warga masyarakat di kota lain.
Semula saya merasa ragu, “Apa iya sih di Lasem ini pluralism benar-benar terwujud?”. Dan setelah melalui 3 hari kegiatan Lasem Pluralism Trail, perlahan keraguan memudar. Karena saya menemukan banyak fakta dan kesaksian yang cukup mencengangkan. Misalnya saja saat mengunjungi Pabrik Roti Indonesia, semua peserta dipertemukan dengan ibu Ratna Moestopo. Wanita yang lahir dari keluarga etnis Tionghoa pada 72 tahun silam itu bercerita, bagaimana dia tumbuh dan berkembang di lingkungan Indonesia. Bahkan semasa sekolah dia bersekolah di sekolah umum bukan sekolah khusus anak-anak Tionghoa, jadi wajar jika dia pun mengaku tidak bisa berbahasa mandarin apalagi menulis dengan tulisan kanji. Ibu Ratna justru lebih fasih berbahasa Jawa dan menulis aksara Jawa. Selain itu, ia pun tak pernah merasa bahwa orang sekitar mendiskriminasinya karena dia memiliki ciri fisik sebagai etnis Tionghoa, tak terjadi hal itu di Lasem.
Wah, ini sangat menarik. Karena setahu saya, di lingkungan saya di Cilacap, untuk ukuran orang seumuran dia, di zaman itu pasti sempat bersekolah di sekolah khusus warga etnis Tionghoa. Mempelajari bahasa Mandarin dan segalanya. Bahkan di masa saat ini, anak-anak keturunan etnis Tionghoa lebih memilih disekolahkan di sekolah Katolik atau Kristen, karena risiko besar jika dimasukan ke sekolah negeri. Dan jelas saja diskriminasi ya sudah pasti terjadi.
Hal serupa yang membuat saya cukup tercengang adalah mengenai pengakuan yang diungkapkan oleh Bapak Sigit Witjaksono dari Rumah Batik Sekar Kencana. Beliau yang berusia 88 tahun itu memiliki seorang istri yang kental dengan etnis Jawa dan Muslim. Anak serta cucu nya pun beberapa menganut agama Islam. Beragam kisah perjuangannya seputar akulturasi kebudayaan, bahkan perjuangannya menikahi sang pujaan hati cukup menarik. Mulai dari penolakan keluarga sang wanita yang tergolong priyayi, hingga keberanian pak Sigit membawa sang pujaan hati untuk menikah.
Ini sangat menarik, karena biasanya pernikahan antar etnis di jaman dulu sangatlah jarang. Misalnya di era kakek dan nenek saya, mereka cenderung menikah dengan sesama etnis Tionghoa. Karena mereka percaya bahwa jika dilanggar, maka hal ituakan berpengaruh pada rejeki di masa depan. Ya, mitos semacam ini memang kental diyakini kebenarannya bagi etnis Tionghoa. Berbeda untuk jaman sekarang, menikah dengan lain etnis sudah bisa dimaklum dan diijinkan.
Lasem memang sangat berbeda dengan Cilacap. Di sini saya bisa melihat banyak orang berbaur, warga dengan etnis Tionghoa bukanlah hal yang eksklusif di sini. Misalnya dalam satu kelurahan Lasem, ada banyak percampuran yang terjadi, mulai dari ketua RT, warga setempat, pedagang-pedangan, dll. Sangat berbeda dengan kota Cilacap, warga etnis Tionghoa lebih dianggap eksklusif dan cenderung berjarak. Hampir 90% warga etnis Tionghoa bertempat tinggal di pusat kota yang bentuknya pertokoan. Dan keberadaan kelenteng di Cilacap adalah untuk ibadah umat Konghucu, berbeda dengan di Lasem, Kelenteng Cu An Kiong justru dijadikan tempat kunjungan umum, dan untuk ibadah umat Konghucu disediakan tempat sendiri yang berjarak tak jauh dari kelenteng. Kembali lagike Cilacap, mengenai tempat tinggal, jadi sepanjang Jalan Ahmad Yani yang tak lain merupakan jantung kota Cilacap, bagian pinggir jalannya dihuni oleh mereka yang beretnis Tionghoa, dan semua rumah adalah toko (ruko), sedangkan yang masuk ke gang-gang barulah warga etnis Jawa. Bahkan di kelurahan tempat saya tinggal hanya ada 4 rumah keluarga etnis Tionghoa, dan dari 4 itu semuanya masih bersaudara.
Pintu gerbang kelenteng di Lasem
Jadi, melalui Lasem Pluralism Trail ini saya benar-benar merasa WOW sekali. Lasem memang layak disebut sebagai tempatnya Pluralisme, dan ini sangat-sangat membuat saya berpikir “Anak-anak di sini pasti tidak pernah di bully karena mereka lahir di keluarga beretnis Tionghoa.”
Beginilah Indonesia seharusnya, saling menghargai dan saling menjaga keberagaman, karena pada dasarnya manusia terlahir dari keberagaman, dan tak ada yang seragam di dunia ini, bahkan untuk mereka yang katanya kembar identik sekalipun.




Beginilah Kenyataan Pluralisme Di Lasem

admin
,
Rasanya malu juga jika hal yang berkonotasi "negatif" seperti ini Indonesia justru menjadi sorotan dunia. Iseng-iseng setelah membaca beberapa cuplikan trending topic, saya pun mencoba mencari tahu mengenai ritual di search engine nya Google, Ritual Gunung Kemukus berada di peringkat 1 pencarian.

Penasaran, ada apa sih dengan Ritual Gunung Kemukus ini, pasalnya saya memang orang yang sangat awam dengan ritual-ritual seperti ini.Mengingat popularitas Gunung Kemukus mulai mendunia sejak Patrick Abboud, seorang jurnalis dari program Dateline SBS Australia, yang memuat kisah ritual "seks aneh" di gunung tersebut.
Boleh dibilang, Indonesia memang satu negara yang masyarakatnya mempercayai hal-hal "mistis". Jika dilihat dari sisi humanis, mungkin hal itu bisa saja dikatakan sebagai sebuah warisan budaya, namun jika dilihat dari sisi keagamaan, maka hal itu sudah jelas sesuatu yang melenceng dari nilai dan ajaran agama manapun.
Kembali mengenai Ritual Gunung Kemukus yang saat ini sedang menjadi sorotan dunia. Ritual di gunung yang terletak di Sragen, Jawa Tengah ini menurut beberapa sumber adalah ritual pesugihan dan seks bebas yang berkedok wisata dan ziarah. Jadi secara singkat, mereka yang datang "berziarah" ke Gunung Kemukus tiap malam Jum'at Pon dan Jum'at Kliwon ini tujuannya adalah untuk pesugihan atau agar kaya, dan melakukan seks bebas adalah salah satu syaratnya. Jadi tidak heran kan jika banyak "orang kaya dadakan" di Indonesia, kaya dadakan ini bisa dibilang tak logis, dan diakui atau tidak pasti banyak di lingkungan kalian yang seperti ini.
Tapi jangan salah, ritual seks yang dilakukan di alam bebas itu pun harus dilakukan sebanyak 7 kali setiap 35 hari sekali, dengan orang yang sama pula. 
Mengerikan!
Itulah yang ada di dalam benak saya saat membaca beberapa artikel di media nasional. Bukankah hal seperti ini sangat tidak etis jika dilihat dari sisi agama, dan juga sangat tidak dianjurkan jika dilihat dari segi kesehatan. Karena tak jarang berkeliaran pula para WTS dan pria hidung belang yang memanfaatkan kesempatan ini. Resiko kesehatan jelas sangat riskan, penularan HIV/Aids jelas sangat rentan terjadi di lokasi ini. 
Lebih ironisnya, pemerintah setempat justru menjadikan Gunung Kemukus sebagai tempat wisata yang resmi, hal itu terlihat dari adanya tiket masuk untuk para "peziarah" yang datang. Ini jelas merupakan sebuah kontradiksi, pemerintah bahkan tokoh agama seolah menutup mata akan hal ini. Mereka jelas mengetahui adanya praktik "prostitusi" dan "perzinahan" di Gunung Kemukus, namun mereka "membiarkannya".

Ironis bukan, hanya karena ingin kaya di dunia, seseorang dan banyak orang rela melakukan hal-hal diluar norma yang ada. Coba dipikir, apa bisa kekayaan di dunia menyelamatkan kita di akhirat kelak? 
Malulah pada dunia, mengingat rakyat Indonesia yang katanya mayoritas agamis ini ternyata memiliki kisah tersendiri yang kurang elok.

Ritual Gunung Kemukus Di Indonesia Menjadi Sorotan Dunia

admin
,
Agama Itu Pilihan, Bukan Warisan - Sebenernya rada males juga sih buat ikut membahas soal tulisan Warisan yang mulanya diklaim sebagai tulisan Afi Nihaya, yang pada akhirnya ternyata hanya sebuah tulisan hasil plagiat.
Awalnya penasaran, sampai akhirnya cari tahu isi tulisannya. Cukup mencengangkan, karena isinya yang kuat dan berani untuk seorang anak sekolah. Tapi terlepas dari tulisan itu ternyata plagiat, saya secara pribadi tidak setuju dengan inti tulisan yang mengatakan bahwa agama yang kita anut ini adalah warisan.
Karena bagi saya agama yang kita anut ini adalah sebuah pilihan. Ya, pilihan, bukan warisan.


Berikut ini kutipan dari tulisan hasil plagiat Afi:

"Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak.

Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan. Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan."


Ya itu derita loe, karena pada dasarnya agama itu pilihan, kita sendiri bisa menentukannya sesuai dengan keimanan dan kepercayaan yang adala dalam hati dan jiwa kita. Bahkan tak hanya agama, hidup kita pun pilihan, kita memiliki hak untuk mengakhirinya jika kita bisan, namun dengan konsekuensi yang silahkan ditanggung sendiri.

Berikut ini sedikit hal yang akan menguatkan bahwa agama adalah pilihan, bukan warisan.

Misalnya saja saya. Terlahir di dalam sebuah keluarga yang sangat demokratis, agama apapun ada di dalam keluarga besar saya. Kakek buyut saya adalah seorang penganut Konghucu, lalu kakek saya awalnya penganut Budha, hingga akhirnya seiring berjalannya waktu hingga kematiannya ia yakin bahwa Kristen adalah agama yang diimaninya. Sedangkan ayah saya adalah seorang Kristen yang akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam. 
Kedua orang tua saya adalah Islam, namun mereka tak pernah menyuruh saya untuk beragama Islam, maka tak heran saat sudah mengerti mengenai ibadah, saya memutuskan untuk pergi ke Gereja, menjadi seorang Kristen.
Namun, saya melihat teman-teman di sekolah, mayoritas bahkan hampir semua dari mereka memiliki agama yang sama dengan orang tua mereka.
"Apa ada yang keliru?" pikir saya pada saat itu.
Dan akhirnya saya bertanya pada ayah saya, "Apakah kita sekeluarga harus memiliki agama yang sama?"
Lalu ayah saya menjawab, "Tidak, karena kita semua berhak menentukan agama apa yang kita jalani, asalkan saja menjalaninya dengan baik dan benar."
Seperti angin segar yang membuat saya makin mantap dan percaya diri untuk menjalani agama yang saya anut. Sampai pada akhirnya di usia saya yang cukup matang, saya memutuskan untuk menjadi muallaf dan seorang Islam.

Kini saya dan keluarga inti menganut agama yang sama, mungkin bagi orang yang baru kenal atau tahu akan berpikir bahwa saya menganut agama yang diberikan oleh orang tua saya. Sedangkan dalam kasus lain, jika dari kecil hingga kini sudah menganut agama yang sama dengan orang tua, saya bisa pastikan bahwa agama itu pilihan karena pasti seseorang yang bersangkutan sudah mengalami pergolakan batin dan dirinya meyakini bahwa apa yang dia anut dan dia pilih adalah yang terbaik. Jika agama disebut warisan, mungkin saya akan menganut agama Konghucu seperti buyut-buyut dan leluhur saya terdahulu.

Terbukti, bahwa agama bukanlah sebuah warisan. Mungkin bagi mereka yang berpikir dan berpendapat bahwa agama adalah warisan, pasti mereka terlahir di keluarga yang tidak memberikan ruang untuk memilih. Karena pada dasarnya agama adalah sebuah pilihan yang dapat kita tentukan sendiri dalam keadaan sadar. 

Akhirnya, kekaguman awal beberapa orang pada seorang Afi, kini sirna dan berubah menjadi sebuah kemirisan dan rasa kasihan. Mungkin dek Afi ini perlu belajar lagi mengenai ilmu kehidupan.

Agama Itu Pilihan, Bukan Warisan

admin
,
Sambal Matah, Berawal Dari Hobi, Keisengan, Kesukaan, dan Jar Yang Lucu - Selain karena memang saya adalah seorang yang hobi membuat sesuatu, mulai dari aksesoris, baju, sepatu lukis, makanan, bahkan kalau rumah bisa bikin sendiri pun akan saya bikin sendiri. Tapi disamping hobi yang memang sangat menyenangkan untuk dilakukan, rasanya perlu juga ada bonus tambahan yang harus saya dapatkan dari hobi yang saya lakukan.

Misalnya saja Khanscraft, ini adalah merek dari produk aksesoris yang saya ciptakan secara handmade (meski mereknya sebenanya juga berlum terdaftar resmi). Saya suka mengenakan aksesoris unik, beda dari orang lain, dan yang pastinya nggak pasaran. Karena itulah saya membuat aksesoris sendiri, mulai dari kalung, gelang, hingga anting. Tapi, karena saya buatnya berlebihan banyak, maka tak ada salahnya saya menjualnya. Bersyukurlah karena ada yang mau membeli dan "balik modal".

Kalung berbahan dasar batu (sumber: www.instagram.com/khanscraft)
Kalung berbahan dasar batu (sumber: www.instagram.com/khanscraft)

Sampai akhirnya, saat ini saya mengeluarkan produk baru, namanya Sambal Matah. Ini bukan produk yang benar-benar baru, karena Sambal Matah ini adalah salah satu sambal khas Pulau Bali. Ide awalnya pun sederhana, karena ketertarikan saya pada jar kaca yang cantik menghiasi etalase toko gerabah. Saya pikir, akan sangat menarik jika toples-toples kaca ini bisa diisi dengan sesuatu dan dijual. Dan, jadilah saya membuat sambal siap saji khas Bali yang diletakkan dengan lucu di jar kaca yang boleh dibilang saat ini sedang trend. Karena ketahanannya yang baik dalam suhu dingin dan panas, dan membuat makanan jauh lebih awet.

Sambal homemade dengan kemasan menarik dan steril. (sumber: www.instagram.com/sambalmatah)

Selain unik dilihat, kemasan jar plastik juga sangat aman untuk makanan(sumber: www.instagram.com/sambalmatah)
Alhamdulillah, sepertinya usaha sambal matah siap saji ini memiliki jalan yang cukup terang. Karena kita tahu bahwa industri kuliner adalah salah satu peluang usaha yang nggak ada matinya, tentu saja selama ada manusia di bumi ini dan manusia masih doyan makan. hehehe...

Kadang, ide untuk memulai sebuah usaha itu nggak melulu datang dari orang lain, tetapi dari diri kita sendiri. Menghargai sebuah hobi dan kesukaan sendiri adalah suatu bentuk cara kita untuk mensyukuri apa yang telah diberikan Allah pada kita. 


Sambal Matah, Berawal Dari Hobi, Keisengan, Kesukaan, dan Jar Yang Lucu

admin
,
Tak ada sebuah sistem yang berjalan hanya dengan satu bagian, karena sistem adalah satu kesatuan yang dinamis dan selalu saling melengkapi. Hal itulah yang dapat kita lihat dari sosok abdi dalem di Keraton Yogyakarta khususnya. Meski saat ini pandangan masyarakat awan, terlebih mereka yang bukan warga Yogyakarta, melihat sosok abdi dalem bukanlah sesuatu yang penting. Bahkan abdi dalem dipandang sebelah mata, hanya dianggap sebagai pesuruh di keraton, atau bahkan hal lain yang “merendahkan”. Terlebih saat kita sadar bahwa jaman sudah semakin maju, modernisasi terjadi di seluruh belahan negeri dan lapisan masyarakat. Sedangkan saat melihat ke Yogyakarta, kita masih melihat abdi dalem yang setia mengabdi untuk keraton. Mereka senantiasa berpikir bahwa jika bukan mereka yang menghidupkan keraton, maka siapa lagi.
Pakaian yang dikenakan seorang abdi dalem membawa filosofi yang sarat makna. Photo by Gadispagi.
Dan kenyataannya, abdi dalem adalah satu bagian penting dari sistem budaya yang ada di keraton. Bukan hal mudah pula menjadi seorang abdi dalem, karena perlu kesetiaan dan loyalitas tinggi untuk dapat menjalani perannya dengan baik. Bagaimana tidak, seleksinya tidaklah mudah, bahkan mereka harus rela tidak mendapatkan honor saat magang awal menjadi abdi dalem. Jadi tak heran jika bagi masyarakat Yogyakarta yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal dan budaya yang ada, menjadi seorang abdi dalem adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Abdi dalem sendiri tak lain merupakan suatu bentuk pengabdian. Abdi dalem selalu berperan sebagai abdining kanjeng sinuwun atau abdinya Sultan. Pengabdian terhadap Sultan ini adalah salah satu representasi kesetiaan kepada penguasa alam.
Kita lihat saja di Yogyakarta. Kita tahu Yogyakarta adalah satu provinsi di Indonesia yang sarat dengan kearifan lokal, budaya, dan alam yang kaya. Mulai dari keberadaan keraton yang bagi masyarakat Yogyakarta sendiri memiliki kesakralan hingga saat ini, sedangkan keberadaan abdi dalem di keraton Yogyakarta, mungkin bagi masyarakat awam hanya akan menganggapnya “aneh” dan peran mereka hanyalah “pesuruh”. Tapi, tahukah kita bahwa apa yang kita bilang “aneh” justru sebenarnya sebuah hal yang berharga. Seorang abdi dalem bukanlah seorang “pesuruh” karena abdi dalem adalah salah satu aparatur sipil dan mereka bertugas melaksanakan operasional dalam organisasi yang dibentuk oleh Sultan. Selain itu, perlu diketahui bahwa para abdi dalem adalah sosok pilihan yang memang memiliki ketulusan, komitmen, keyakinan, dan juga loyalitas untuk menjaga kearifan lokal dan juga budaya yang dimiliki oleh bangsanya. Inilah inspirasi 60 tahun Astra yang juga dimiliki. Mereka mendedikasikan dirinya bukan demi materi duniawi, melainkan sebuah kesetiaan pada negara dan bangsa yang mereka miliki. Dan nyatanya kita tahu bahwa honor abdi dalem tidaklah berlimpah, namun kebahagiaan dan kepuasan lah yang lebih penting.
Astra Satu Indonesia
Sosok abdi dalem kini menjadi sebuah lambang kearifan lokal yang perlu dilestarikan. Lihat saja bagaimana pakaian yang dikenakan oleh seorang abdi dalem. Ada filosofi mengenai ketaatan dan keseimbangan yang mereka emban, mulai dari nilai religius yang mereka yakini, hingga adat dan budaya leluhur yang mereka jaga hingga saat ini. Abdi dalem mengenakan pakaian peranakan dengan atribut lengkapnya yang meliputi jarik, pakaian, blankon, dll. Selain itu, abdi dalem juga selalu menjaga tutur katanya yang senantiasa menggunakan bahasa Krama Inggil atau bahasa Jawa paling halus.
Abdi dalem tak lain adalah pengabdi dan agen pelestari kearifan lokal, budaya dan alam. Sama halnya dengan Inspirasi 60 Tahun Astra yang selalu setia menemani dan mengabdi untuk perkembangan Indonesia yang jauh lebih baik melalui produk-produk andalannya.
Inspirasi 60 tahun Astra, adalah sebuah inspirasi dan filosofi kearifan lokal seorang abdi dalem yang kiranya dapat membuat para generasi muda Indonesia dapat lebih menghargai dan menjaga budaya serta alam yang kita miliki agar tak hilang tergerus jaman dan tahun yang terus berlalu. Karena tak dipungkiri jika kita dapat menghargai budaya dan alam yang kita, lantas dapat menjaganya dengan baik. Maka kebaikan akan senantiasa berpihak pada kita.
Astra Satu Indonesia - Lomba Foto Astra
Dengan konsistensi dan loyalitas itu pula Astra melakukan beragam kegiatan pelestarian budaya dan alam bagi peningkatan sumber daya manusia nya melalui generasi muda di Indonesia. Karena tak bisa dipungkiri bahwa generasi muda lah yang akan menjadi pemegang tongkat estafet untuk melestarikan budaya dan alam Indonesia. Karena menjaga sebuah budaya dan kearifan lokal bahkan brand bukanlah suatu hal yang mudah. Perlu ketulusan, komitmen,keyakinan, serta loyalitas tinggi untuk melakukannya. Terlebih saat ini, saat kecenderungan masyarakat dan generasi muda lebih senang, bangga, dan nyaman menikmati budaya ala Barat, tentu saja menjaga kearifan lokal menjadi hal yang semakin tak mudah untuk kita lakukan.

Belajar Tentang Arti Kesetiaan dari Para Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

admin
,
5 Aksesoris Handmade Unik Yang Membuat Para Cewek Semakin Pede - Selain untuk menunjukkan karakter diri. Penggunaan aksesoris handmade unik menjadi salah satu cara membuat penampilan semakin menarik. Karena pada dasarnya para cewek memang senang dengan keindahan. Namun menggunakan aksesoris menuntut kepercayaan diri seseorang yang mengenakan, terlebih bagi mereka yang mau menggunakan aksesoris handmade unik.
Berikut ini beberapa aksesoris handmade unik yang mampu memancarkan karakter diri dan bisa membuat para cewek semakin pede dalam berpenampilan.

Earring, atau anting adalah salah satu elemen aksesoris yang sangat identik dengan kaum hawa. Jadi tak heran jika anting ini akan membuat seorang cewek semakin percaya diri dengan penampilannya. Pemilihan anting ini dapat menunjukkan karakter seseorang, baik dia feminim atau tomboy, pasti akan terlihat dari penggunaan anting ini.

aksesoris handmade unik
Anting, simbol aksesoris wanita
Kalung, menjadi salah satu hal menarik bagi cewek. Ada banyak macam kalung yang bisa menghiasi leher, mulai dari yang berbahan logam mulia, batu mulia, hingga tali dan mute. Masing-masing kalung mampu menggambarkan kepribadian dan karakter. Tapi bagi mereka yang suka aksesoris handmade unik, ada banyak sekali pilihan yang bisa kamu temukan disini.

Kalung unik menjadi favorit para wanita
Gelang, penghias tangan yang akan membuat penampilan semakin cantik dan percaya diri. Kamu bisa memilih beragam jenis gelang yang saat ini banyak beredar di pasaran. Untuk Gelang aksesoris handmade bisa kamu temukan di beberapa toko online yang banyak beredar.
Gelang. menambah keindahan dan kepercayaan diri

Cincin, penghias jari yang menjadi salah satu simbol cinta. Bagi kamu yang menyukai batuan, pasti akan sangat berminat dengan tawaran cincin handmade berhias batu yang bisa ditemukan di banyak pengrajin cincin.

Cincin batuan yang sedang booming di masyarakat
Setelah lengan, jari, dan lehermu berhasil dihiasi dengan sempurna. Maka tak ketinggalan, rambut yang berperan sebagai mahkota pun dapat dihiasi dengan hair piece nan indah. Selain anggun, hair piece ini juga membuat kamu semakin feminim.

Hair piece nan anggun yang sangat cantik dikenakan 
Nah, sekian dulu ya ulasan mengenai aksesoris handmade unik yang bisa menjadi inspirasi kamu dalam bergaya. Semoga bermanfaat.





5 Aksesoris Handmade Unik Yang Membuat Para Cewek Semakin Pede

admin
,
Modus Penipuan Transaksi Pembayaran Melalui E-Cash Mandiri - Setelah beberapa online shopping menerapkan sistem pembayaran menggunakan rekening bersama dan juga verified seller. Rasanya penipuan di dunia perdagangan online akan semakin berkurang. Namun apa yang terjadi.
Harapan tak selalu berjalan dengan kenyataan, karena yang namanya niat buruk dan penipu itu selalu menemukan cara "cerdik" untuk mengelabui orang. Mungkin jika diibaratkan, ada niat dan kesempatan itu adalah paduan yang pas untuk disantap. Sepertihalnya pengalaman saya yang belum lama ini terjadi.

Saya mencoba menjual sebuah sepatu di Olx.co.id, karena merasa selama ini selalu berhasil berjualan melalui situs itu. Namun kali ini mungkin saya sedang sedikit tidak beruntung karena harus menemukan pembeli yang membuat saya merasa "ribet". Artikel informasi dan gaya hidup
Awalnya saya upload barang, dan belum ada 10 menit sudah ada yang menghubungi saya melalui SMS. "Calon Pembeli" ini menanyakan pin BBM saya karena berniat membeli sepatu yang saya jual. Tanpa kecurigaan apapun, saya memberikan pin BBM dan tak lama "calon pembeli" ini langsung invite BBM saya. Nah, keanehan mulai muncul saat berbicara mengenai harga dan pembayaran. "Calon pembeli' saya ini seolah memaksa melakukan pembayaran melalui e cash. Ya sudah lah akhirnya saya turuti meski aslinya saya nggak pernah transaksi pakai e cash, kalo doku, pay pal mungkin itu sudah biasa ya. Dengan ketidaktahuan saya inilah yang dimanfaatkan oleh "calon pembeli". Pura-pura bego aja, diiyain aja, meski separuh curiga, hanya saja saya belum berani menuduh.

Artikel informasi dan gaya hidup. Berikut ini screencast percakapan saya dan "calon pembeli" yang super bawel itu. Segelintir bukti penipuan, sebelum dia delete contact saya, segera saja saya capture beberapa foto dan screencast lengkap percakapan.

Ini penampakan pelaku yang entah memakai fotonya sendiri atau foto orang lain. Semoga saja ini fotonya pelaku ya, biar nggak ada orang lain yang dirugikan lagi.




Berikut ini screencast chats saya dengan seorang "calon pembeli" yang cukup rusuh mengganggu malam mingguan saya.


Indikasi penipu adalah:
Dia nggak sabaran bahkan nge-PING berulang-ulang, dipikirnya saya ini pacar yang nggak bales-bales chat kali yah. Selain itu dia juga mengirimkan capture petunjuk pengambilan uang yang sebenarnya adalah petunjuk pengisian saldo e cash dia. Ya ampun mas, kalo nggak punya saldo ya nggak usah pengen top up segala nipu deh. Artikel informasi dan gaya hidup
Petunjuk ini menyesatkan, jangan sampai terjebak ya.

Nge-PING terus yang nggak sabar dapat sasaran.
Selain itu, "calon pembeli" itu nggak tawar menawar, dia langsung setuju dengan harga berapapun, padahal udah saya diskon malah nggak mau kan aneh. Dia pun membeli barang untuk cewek, padahal doi cowo bro. Meski awal masih berpikiran positif, mungkin dia beli untuk pacarnya.
Mungkin kalau di chat BBM saya masih berusaha percaya, karena saya ingin mendapatkan bukti lebih bahwa dia memang sedang menipu. Termasuk juga saya masih menawarkan atm bank lain, hehe yang sebenarnya bank yang sudah tidak ada. Kayaknya masih nggak nyerah, sampai dia menelpon saya berulang-ulang, tapi sengaja yang angkat pacar saya karena saya udah males ngadepinnya. Saat itu pacar saya keukeuh minta petunjuk yang bahasa Indonesia saja, kenapa harus pakai bahasa Inggris, karena petunjuk di ATM semua sebenarnya sama. Eh telpon langsung ditutup.
Sebagai catatan saja, bank CNB itu kini sudah beralih nama menjadi Shinhan Bank, ya kok dibilang bisa dipakai, disini sudah jelas dia adalah penipu. Indikasi lain, dia ngebet sekali menelpon dan PING berkali-kali. Appan coba, kalau dia memang niat beli kan saya ajak ketemuan pasti mau dan santai saja nggak memaksa begitu. Asli, saya lelah menghadapi penipu kelas teri ini.

Mungkin si penipu nya pengen pake bahasa Inggris biar kita mumet, tapi alhamdulillah lah bahasa Ingris kita nggak bego-bego amat dan kita pun masih punya logika. Masa ia mau trima duit harus ada saldo dulu di rekening kita.
Dan setelah itu, contact BBM saya pun di delete oleh yang bersangkutan (ini sudah bisa ditebak). 
Mas, mbak pedagang online, jangan sampai kena tipu dengan modus transaksi pembayaran menggunakan e-cash ya. Harus lebih hati-hati saat berjualan dan menerima order, percaya saja rejeki nggak akan kemana. Dan untuk penipu lainnya, dimohon segera bertobat. Kepikir nggak sih oleh kalian gimana cara cari uang yang HALAL dan tidak membuat susah orang lain. 

Modus Penipuan Transaksi Pembayaran Melalui E-Cash Mandiri

admin
,
Pernikahan adalah hal yang sangat sakral dan suci. Proses ini menjadi pintu gerbang sepasang manusia memasuki lembaran baru dalam kehidupannya. Begitulah seharusnya, bahkan dalam berbagai firman Allah menjelaskan betapa menikah itu adalah hal yang mudah dan juga murah. Tapi kenapa masyarakat saat ini membuat pernikahan menjadi sesuatu yang mahal dan ribet?
Sebenarnya pernyataan ini sudah sangat ingin saya tulis sejak lama, terlebih jika mendapati beberapa alasan mengapa sepasangan kekasih menunda untuk menikah hanya karena alasan "belum ada modal". Wow, bisnis apa yang sebenarnya terjadi dalam sebuah prosesi "pernikahan" sampai-sampai membutuhkan "modal" yang sepertinya tidak sedikit.
Dan, berikut ini alasan paling kuat untuk kita tidak berhutang hanya untuk merayakan pernikahan.

1. Nikah itu bukan soal adat dan budaya, tetapi menikah itu adalah proses ibadah

Source Image: http://www.seputarpernikahan.com/
Hal ini sangat umum terjadi di tengah masyarakat di Indonesia, pernikahan menjadi ajang "penjualan anak" oleh orang tua, atau ajang "pembelian menantu" oleh pihak lelaki bahkan sebaliknya di beberapa adat daerah. Dari hal ini, kita sudah melihat bahwa proses ibadah tidak dilakukan dengan baik sesuai dengan ajaran agama. Karena ajaran agama manapun pasti menyarankan pelaksanaan pernikahan yang sakral dan jauh dari tujuan materi.

2. Berhutang itu hanya akan menyusahkan diri

Source Image: rumaysho.com
Jika berpikir bahwa pernikahan memerlukan "modal" besar, maka tak heran banyak orang yang memutuskan berhutang jika belum memiliki "modal" untuk menikah. Dan pada akhirnya, menikah menjadi sebuah pintu gerbang menuju kehidupan yang penuh dengan beban hutang. Mungkin hal ini yang membuat beberapa pasangan gila kerja setelah menikah. Dan kenyataannya berhutang hanya akan menyusahkan diri sendiri, dan tentunya pasangan kita, bahkan orang disekitar kita. Padahal, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah menjelaskan bahwa tidak layak orang yang akan menikah menyusahkan diri dengan berhutang.

3. Berhutang hanya akan membuat kita semakin hina

Source Image: rumaysho.com
Karena pada dasarnya berhutang hanya akan membuat kita semakin hina dan menjadi budak si pemberi hutang. Bukankah sangat mengerikan jika di kehidupan pernikahan yang seharusnya bahagia, justru harus memikirkan bagaimana cara membayar hutang resepsi atau hutang sewa gedung pernikahan yang sudah berlalu hanya sehari semalam saja.

4. Tanpa hutang, kehidupan berumah tangga akan jauh lebih tenang dan nyaman

Source Image: http://senang-baca.blogspot.co.id/
Niat kita menikah adalah memperoleh ketenangan batin, kebahagiaan, dan keseimbangan dalam kehidupan. Dan semua itu akan terwujud dengan baik jika kita tak memiliki hutang saat memasuki kehidupan pernikahan kita. Jadi, jangan sampai pesta pernikahan semalam menghantui kita selama bermalam-malam setelah pernikahan. Berbeda jika hutangnya adalah untuk KPR atau pemenuhan kebutuhan investasi, tentu saja hal ini tak masalah jika dilakukan.

5. Menikah tanpa berhutang membuat kita bisa menabung sebanyak-banyaknya untuk masa depan

Source Image: http://www.money.id/
Ingat bahwa pernikahan adalah awal kita memasuki kehidupan baru, jadi janganlah berhutang hanya untuk menikah dan merayakan pesta, karena jika itu dilakukan maka kita tak akan bisa menabung untuk masa depan, karena hutang resepsi yang masih menghantui.

6. Hubungan dengan pasangan bisa jauh lebih harmonis

Source Image: http://www.kompasiana.com/
Keharmonisan rumah tangga itu sangat penting, dan percaya atau tidak, faktor ekonomi adalah salah satu penentunya. Jadi jika kamu tidak memiliki hutang saat menikah, bisa dijamin hubunganmu dengan pasangan akan jauh lebih harmonis, tanpa beban hutang dan tekanan.

Jadi, menikahlah dengan sakral dan sesederhana mungkin sesuai dengan kemampuanmu. Jangan pernah memaksakan hal yang tidak ada, apalagi berhutang hanya untuk menanggapi gengsi dan pengaruh kehidupan sosial. Karena kelak yang akan menjalani kehidupan rumah tangga adalah kalian berdua, bukan orang lain.



6 Alasan Kenapa Sangat Tidak Disarankan Berhutang Cuma Buat Nikah

admin
,
Moise Kean, Pemain Liga Champion Yang Lahir Dari Generasi Millenium Baru. Moise Kean, adalah pemuda kelahiran tahun 2000 yang tampil dalam ajang bergengsi Liga Champion. Memiliki nama lengkap Moise Bioty Kean, ia lahir pada tanggal 28 Februari 2000. Kean memanglah seorang pemain sepak bola profesional Italia yang kini bermain maju untuk Juventus. Lahir di Vercelli dengan orang tua yang berasal dari Pantai Gading, Kean pertama kali ditemukan oleh Renato Biasi, yang kemudian memasukkan dia di tim muda dan menawarkan dia untuk masuk Torino. Pada tahun 2010, dia bergabung menjadi pemain muda Juventus.
Liga Champion, Amerika Serikat, Juventus
Source: https://www.thesun.co.uk/sport/football/
Moise Kean, Pemain Liga Champion Yang Lahir Dari Generasi Millenium Baru. Dan akhirnya ia membuat debut profesional untuk Juventus pada 19 November 2016, Moise Kean dipercaya oleh pelatih Juventus, Massimiliano Allegri saat Juventus bertanding melawan Sevilla di pertandingan kelima grup H dalam ajang Liga Champions. Tepatnya Moise Kean turun ke lapangan pada menit ke 84 untuk menggantukan Miralem Pjanic.
Keberuntungan menyelimuti pemuda yang belum genap berusia 17 tahun ini, karena setelah itu Juventus berhasil mencetak 2 gol yang dilakukan oleh Bonucci dan Mandzukic. Dan Moise Kean pun dibanggakan sebagai salah satu calon pemain masa depan di Juventus.

Moise Kean, Pemain Liga Champion Yang Lahir Dari Generasi Millenium Baru

admin
,
Smartphone saat ini menjadi salah satu gadget yang sering disalahkan untuk banyak hal negatif yang terjadi. Misalnya saja mengenai Generasi milenial kini yang terlalu tergantung pada ponsel mereka, terputus dari dunia luar dan tumbuh menjadi sosok yang mementingkan diri sendiri dengan kehidupan sosial media mereka sendiri, hal ini tentu sangat meresahkan banyak orang.
Namun, kenyataannya adalah smartphone ternyata mampu memperluas kesempatan kita untuk lebih produktiv. Karena ketimbang membuang-buang waktu, smartphone bisa dimanfaatkan untuk membuat generasi muda menjadi lebih produktif daripada sebelumnya.
jadi, intinya itu semua tergantung pada bagaimana kita menggunakan perangkat smartphone kita. Dan berikut ini 5 cara unik yang bisa membuat kamu lebih produktif dengan modal smartphone:

Smartphone memungkinkan kamu untuk bekerja dimana saja dan kapan saja

Smartphone, Technology, Handphone
Source Image: www.starbuild.it
Sebuah smartphone yang dilengkapi dengan data dapat membuatmu melakukan pekerjaan. Terlebih dengan adanya fasilitas Google Drive tersedia di iPhone dan Android, yang dilengkapi dengan rangkaian lengkap untuk menciptakan dokumen dan juga editing. Hal ini memungkinkan kamu untuk membuat dan mengubah dokumen di mana saja, tanpa menunggu komputer dan WiFi akses.

Dengan Smartphone, kamu bisa menyederhanakan dokumen yang perlu kamu bawa

Technology, smartphone, handphone
Source Image: www.centerdigitaled.com
Smartphone kini dapat membantu kamu untuk mengkonsolidasikan beberapa data yang paling penting dan paling dibutuhkan, hal ini jelas akan membuat bawaanmu tidak ribet. Misalnya saja, daripada menyalin dokumen atau catatan yang perlu diingat, akan lebih mudah jika kita memotonya saja. jadi jelas kita akan sedikit tidak perlu notebook atau pena. 

Memiliki susunan jadwal kegiatan yang lebih mudah diingat

Technology, smarphone, handphone
Source: http://greatist.com/
Dengan smartphone, kamu dapat memiliki akses ke semua yang kamu butuhkan untuk merencanakan jadwal kegiatan hari ini. Karena ada sebuah aplikasi kalender dengan pemberitahuan waktunya dan arah GPS dapat membantu kamu sampai di meeting dengan tepat waktu. Tak hanya itu, karena melalui smartphone kamu juga bisa membeli tiket pesawat, bus, hotel, booking transportasi online, dll.

Smartphone akan selalu membuat kita tetap up to date dan nggak ketinggalan berita

smartphone, handphone, technology
Source Image: www.chicagotribune.com
Percaya atau tidak, smartphone memang memungkinkan kita untuk selalu up to date dengan apapun yang terjadi di dunia. Oleh karena itu, socila media menawarkan banyak fasilitas pertemanan, chat bisa dilakukan dengan banyak media, dan notifikasi yang selalu hadir di setiap pembaruan. Bagi sebagian orang mungkin ini mengganggu, tetapi bagi banyak orang adalah membantu. Karena smartphone membuat kamu tak pernah ketinggalan apapun.

Smartphone membuat kamu menghemat banyak waktu dalam melakukan suatu hal

smartphone, handphone, technology
Source Image: http://www.therichest.com/
Sebuah smartphone dapat secara signifikan mengurangi waktu kita dalam melakukan sesuatu. Misalnya saja memeriksa email, kita hanya tinggal melihat pemberitahuan di bar atas tanpa perlu kita langsung masuk ke email dan mengeceknya satu per satu. Kita bisa mengambil foto sekaligus akan mendapatkan detail data foto tersebut. Yups, sebuah smartphone memungkinkan kamu untuk beralih di berbagai macam aplikasi yang berguna dengan hanya meng-klik beberapa tombol. 

5 Hal Unik Yang Membuat Kamu Produktif Dengan Modal Smartphone

admin
,
Apakah Kamu bingung tentang arah hubunganmu? Hubungan seringkali memang menyenangkan di awal kisan, tapi seiring waktu sebuah hubungan bisa menjadi negatif tanpa kamu menyadarinya. Semua hubungan memang membutuhkan usaha dan kerja keras, karena tanpa hal ini kamu mungkin kamu hana akan merasa bahagia tanpa bisa menghargai sebuah hubungan.  
Ada beberapa tanda yang muncul dalam sebuah hubungan, baik itu yang negatif atau pun yang positif, namun tidak semua dari kita mau untuk menyadarinya. Yuk simak 8 tanda-tanda yang menyatakan bahwa hubungan yang kalian jalani saat ini tidak memiliki masa depan.
Pasanganmu tidak dapat menerimamu apa adanya
Hubungan, Cinta, Relationship

Setiap orang memiliki sifat-sifat positif dan negatif, dan seorang pasangan yang baik pasti akan menerima semua kekuranganmu. Pasanganmu tidak harus menikmati menonton drama Korea bersamamu, tetapi mereka harus menerima bahwa Kamu menikmati dan meninggalkanmu untuk itu tanpa sebuah penghakiman. Jika pasanganmu tidak suka dengan caramu berpakaian atau karirmu, maka sekarang saatnya bagi Kamu untuk meninggalkan. Tidak dapat menerima satu sama lain adalah salah satu indikator terbesar bahwa hubungan kalian tidak akan berhasil menuju masa depan.
Kamu tidak dapat menerima pasanganmu apa adanya
Hubungan, Cinta, Relationship

Menerima satu sama lain adalah hal yang utama dalam hubungan. Jika pasanganmu mencintaimu sepenuhnya secara apa adanya dirimu, maka kamu juga harus melakukan hal yang sama. Tanyakan pada dirimu sendiri, apakah ada hal-hal pada pasanganmu yang kamu benci?
Sulit untuk mengerti satu sama lain
Hubungan, Cinta, Relationship

Hubungan datang dengan sebuah kedekatan, kebahagiaan, dan tawa, tetapi mereka juga datang dengan segudang stres, suasana hati yang buruk dan kesulitan. Tentu saja Kamu akan mencintai pasanganmu ketika mereka senang dan santai, tetapi apakah Kamu merasakan hal yang sama tentang mereka ketika mereka jengkel? Dalam hubungan Kamu harus mendukung satu sama lain selama masa-masa sulit, tidak mendorong satu sama lain untuk pergi.
Kebutuhanmu tidak terpenuhi oleh pasanganmu
Cinta, Hubungan, Relationship

Pasanganmu tidak bisa melakukan semuanya untukmu. Jika kamu menuntut mereka untuk selalu bersamamu setiap saat dan setiap detik, itu suatu kekeliruan besar. Namun jika pasanganmu memang tidak pernah ada saat kau membutuhkannya, bahkan di sela-sela waktu liburnya. Maka ini salah satu tanda bahwa hubunganmu tidak memiliki masa depan.
Kamu tidak memiliki pandangan masa depan yang sama
Cinta, Hubungan, Relationship

Jika kamu siap untuk menikah dan tinggal bersama pasanganmu. Sedangkan pasanganmu tidak menginginkannya karena dia ingin pergi sendiri dalam waktu yang lama. Maka dalam sebuah hubungan yang serius, jika hal ini terjadi, maka kamu harus berpikir ulang untuk melanjutkannya. Saat memulai hubungan yang serius, kamu dan pasanganmu harus ada dalam perahu yang sama, karena pelayaran kehidupan tidak mungkin dilakukan dalam kapal yang berbeda.
Kamu memiliki pekerjaan, sedangkan pasangan kamu tidak
Hubungan, Cinta, Relationship

Hubungan adalah mengenai dua orang manusia yang saling memberi. Ada pihak yang mungkin akan memberi lebih, dan ada pihak yang akan menerima lebih. Ya, hubungan adalah mengenai keseimbangan, jadi tidak mungkin satu pihak hanya berperan sebagai penerima saja atau pemberi saja, karena kalian berdua harus saling memberi dan menerima. Jika salah satu dari pasangan tidak mau untuk memberi, maka hubunganitu tidaklah sehat.
Kamu berjuang sendiri untuk saling percaya

Cinta, Hubungan, Relationship
Kamu dan pasanganmu harus percaya satu sama lain. Jika pasanganmu telah melakukan hal yang membuatmu tidak mempercayai mereka, dan dia memberikan alasan padamu, lantas kamu memaafkannya. Namun suatu ketika ia melakukan kesalahan lagi dan membuatmu kehilangan kepercayaan pada pasanganmu. Mengakhiri hubungan mungkin adalah satu keputusan yang tepat.
Kamu tidak melihat potensi hubungan jangka panjang
Cinta, Hubungan, Relationship


Sebuah hubungan membutuhkan banyak waktu dan usaha, sehingga sangat penting untuk memastikan dirimu untuk benar-benar bisa bertahan. Kamu tidak perlu memaksakan untuk menikah secara cepat, tetapi lebih dulu Kamu harus bisa membayangkan masa depan yang bahagia bersama-sama. Jika Kamu tidak melihat masa depan bersama dia sama sekali, mungkin sudah saatnya bagi Kamu untuk melanjutkan hidupmu tanpa dia yang tidak ada dalam masa depanmu.

8 Tanda Bahwa Hubunganmu Saat Ini Tidak Memiliki Masa Depan

admin
,
Apa yang salah dengan seseorang pria maskulin yang pendiam, cuek, sulit dipahami, kadang disalah pahami, bahkan kadang dianggap tak berperasaan. Sedangkan sudah sejak lama, pria cute yang lembut yang serba baik, dan ramah ini selalu dipuja-puja, dianggap sebagai seseorang yang ideal untuk dijadikan kekasih. Dan mari kita simak bahwa kenyataan itu adalah satu kesalahan besar.
1. Pria maskulin tidak peduli dengan kekurangan fisik pasangannya
Cinta, Hubungan, Relationship
Pri maskulin menilai seorang wanita berdasarkan keberanian dan nalurinya, tidak menampik jika pria maskulin juga menginginkan seorang wanita yang seksi untuk bersanding dengannya, namun mereka juga tidak akan terjebak secara fisik untuk jatuh cinta pada wanita. Mereka tidak akan peduli dengan lemakmu yang berlebih, penampilanmu yang ketinggalan jaman, atau pakainmu yang tidak begitu modis. Karena pria maskulin itu sadar bahwa kamu nyaman dengan itu dan kamu tetap bisa bahagia, maka why not?
Sedangkan pria baik yang modis itu berbeda, mereka akan menilai wanita layaknya mereka menilai diri sendiri. Mereka akan menilai wanita secara ideal, cantik, bersih, feminim, modis, dll. Bisa kamu bayangkan betapa menyiksanya jika kamu memiliki pria seperti itu dalam hidupmu?

2. Pria Maskulin tidak suka berbasa-basi dan berbohong
Cinta, Hubungan, Relationship
Mereka akan mengutarakan niat mereka dan membiarkan Anda tahu apa yang mereka inginkan sejak awal, ini yang membuat mereka lebih jujur. Seorang pria maskulin tidak akan banyak berbasa-basi dan membual pada anda. Jadi percayalah bahwa mereka jujur dan itu lebih baik dari sekedar dusta yang manis di awal namun menyakitkan saat akhir.

3. Pria maskulin itu romantis
Cinta, Hubungan, Relationship
Mendapatkan hati seorang pri maskulin ini bukanlah hal yang mudah, namun jika ia sudah jatuh cinta padamu, maka dia akan langsung mengatakannya pada anda dengan cara yang tepat dan romantis.

4. Pria maskulin itu berjiwa pemimpin
Cinta, Hubungan, Relationship
Mereka mampu merencanakan dan mengatur semuanya dengan baik. Dia akan menunjukkan jiwa seorang laki-lakinya. Berbeda dengan pria baik yang kadang kala lemah dalam kepemimpinan, dia hanya bisa menjadi follower dan membiarkan anda menentukan segalanya.

5. Pria maskulin itu nggak sok bersih

Cinta, Hubungan, Relationship
Mereka tidak peduli jika Anda telah bekerja keluar seharian, karena jika dia sudah merindukanmu, maka dia tak ragu untuk langsung memelukmu tanpa mempedulikan betapa asem nya anda hari ini. Ini mungkin terdengar menjijkan, tapi apalah artinya semua itu.

6. Pria maskulin itu independen
Cinta, Hubungan, Relationship
Mereka hidup dengan prinsip idealisme mereka sendiri dan mereka memiliki prioritas dan ambisi mereka sendiri, tanpa perlu persetujuan dari siapa pun. Mereka menikmati kebahagiaan bersamamu, dan mereka senang bersamamu, tetapi mereka tidak tergantung padamu. Di sisi lain, pria baik yang selalu menempel dan selalu ada di sekitarmu. Mereka memandangmu sebagai satu kebutuhan bagi mereka.

7.  Pria maskulin selalu berusaha ada di saat dan tempat yang tepat
Cinta, Hubungan, Relationship
Mereka santai sebagai makhluk emosional, dan jika timbul masalah, mereka akan berusaha menyelesaikannya dengan cepat, lalu dilupakan dan dimaafkan beberapa menit kemudian. Anda mungkin menemukan pria feminim yang lucu pada awalnya ketika kamu menyaksikan mereka menangis saat menonton film, ah ini sangat menggelikan. Dia tidak akan pernah ada disaat anda membutuhkannya.

Kenapa Pria Maskulin Lebih Baik Daripada Pria Cute

admin
,
Previous PostOlder Posts Home